Pernahkan kalian bingung dalam memilih teknik routing yang akan kalian gunakan dalam Implementasi Jaringan anda? dan coba menbandingkan mana yang terbaik statik atau dinamik. Tentu tidak akan bisa membandingkan mana yang terbaik. Masing masing teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangang. Sehingga dalam sebuah jaringan yang komplek, kombinasi antara routing statik dan dinamik dapat digunaakn. Pemilihan akan bergantung dari spesifikasi router, ukuran jaringan topologi jaringan, administrator dan seberapa efisien teknik routing yang akan dipilih

Dan sebelum anda mengunakan salah satu teknik ini. Anda harus mempelajari karestristik dari semua jenis protokol routing sehingga dapat menentukan mana yang cocok untuk digunakan . Dalam jaringan berskala besar, bisa saja digunakan beberpaa protokol routing secara bersama sama yok langsung aja kita lihat saja Kelebihan Dan Kekurangan Routing Statik.

Kelebihan dan Kekurangan Routing Statik

Sebagai bahan pertimbanaghan untuk mengunakan routing statik berikut sedikit saya uraikan kelebihan dan kekurangannya :

  • Resource Rendah

Routing statik tidak memerlukan router dan kapasitas CPU dan memory yang besar, hal ini dikarenakan routing statik tidak menjalan algorithma routing yang dimiliki oelh protokol routing. Router juga tidak perlu menguras resource dalam menyusun tabel routing karena entry route yang ada di tabel routing merupakan entry yang dimasukan manual oleh Administrator Jarigan

  • Mudah dikonfigurasi

Untuk mengkonfigurasi routing statik , hanya diperlukan pengetahuan tentang keberadaan remote network, gateway (next hop) dan jalur (path) yang dapat digunakaan untuk mencapai remote network tersebut.

  • Lebih Aman

Karena Jalur(path) yang akan digunakan menuju remote network sudah ditentukan oleh administrator jaringan, maka jalur perjalanan oaket data akan tetap. Jalur yang digunakan juga akan mudah ditelusuri dan diketahui pasti, Jalur paket data tidak akan berubah selama adminstrator jaringan tidak merubahnya

sedangkan kekurangan routing statik :

  • Waktu Konfigurasi Lama

Administrator harus menentukan terlebih dahulu jalur (path) yang akan digunakan, kemudian memasukan path tersebut satu persatu kedalam routing table sebagai entry routing

  • Maintenence yang Lama

Jika terjadi sebuah perubahan dalam topologi jaringan atau pengalamatan jaringan. maka dibutuhkan perubahan konfigurasi juga pada jaringan, maka dibutuhkan perubahan konfigurasi juga pada setiap router. Begitupula jika terdapat entry route yang tidak dapat digunakan lagi, maka Administrator harus mebuat entry route baru untuk menggantikannya. Hal inilah yang membuat routing statik lebih lama karna sang administrator harus menyusun kembali entry route yang baru setiap router

  • Dapat Terjadi kesalahan Konfigurasi

Karena Konfigurasi secara manual oleh Administrator. Maka ada kemungkinan admin salah dalam membuat entry route terutam untuk jarigan yang memiliki banyak router dan terdapat beberapa jalur (path) inruk menuju sebuah remote network

  • Tidak Cocok Untuk Jaringan Berskala Besar

Untuk jaringan skala besar, penggunaan routing statik tidak mudah lagi dan juga tidak effisien. Karena proses untuk mengisikan entry route secara manual akan sangat rumit dan membutuhkan perencanaan yang tepat. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang atau bertambah ukurannya, karena setiap terjadi penambahan jaringan, maka dibutuhkan konfigurasi ulang pada setiap Router

Kelebihan dan Kekurangan Routing Dinamik

  • Waktu Konfigurasi Lebih Cepet

Untuk mengkonfigurasi protokol routing pada router relatif tidak membutuhkan waktu yang lama. Anda cukup mengkonfigurasi IP Adress pada setiap Interface, kemudian mengaktifkan protokol routing dan kemudian mengenalkan jaringan yang terhubung langsung dengan router tersebut

  • Dapat Langsung Beradaptasi Pada Perubahan Jaringan

Karena menggunakan protokol routing yang secara dinamik memeriksa kondisi jaringan, maka perubahan jaringan akan dapat diketahui dengan cepat oleh router-router. Setelah mengetahui perubahan tersebut, router-router. Setelah mengetahui perubahan tersebut, router-router akan kembali memperbaiki tabel routingnya]

  • Kemungkinan Kesalahan Konfigurasi Kecil

Konfigurasi yang dilakukan tidak dengan menentukan secara manual setiap entry route, maka kemungkinan kesalahan penentuan jalur(path) jauh lebih kecil. Kesalahan entry route hanya akan diakibatkan oleh kesalahan router dalam membaca informasi routing dari router lain

  • Mendukung untuk Jarigan Besar

Protokol Routing dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan jaringan, sehingga untuk jarigan yang berskala besar akan sangat efisien. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang, jika ada penambahan jaringan baru, protokol routing dapat dengan cepat mengetahuinya

Namun penggunaan protokol routing juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Membutuhkan Resource yang Besar
  • Membutuhkan kemampuan yang lebih dari adminstrator
  • Relatif Kurang Aman

Rizal Amri

I am Web Developer in Padang Sidempuan, Indonesia. Currently doing frontend development at CoretanIT, freelance side project at GitHub. I also love to play video games, listen to podcast and read wall of text online
~ rizal@coretanit.com

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.