Artikel • 18/11/2019

Revolusi Industri 4.0, Udah Pada Tau Gak ?

avatar of Azhari Saputra

Azhari Saputra

@azhari

Share on

Revolusi Industri 4.0 mulai sering digemakan ditelinga kita akhir-akhir ini. Sudah banyak sekali yang membahasnya, terkhusus untuk kaum muda mudi, tapi udah pada tau gak nih apasih Revolusi Industri 4.0 ?

Eh, tapi kok langsung ke 4.0 ya? Revolsui Iindustri 1.0 atau pertama hingga ketiga nya mana? Oke deh, sebelum kita bahas lebih jauh, kita bahas dulu apasih revolusi industri itu?

Apa itu Revolusi Industri ?

Menurut wikipedia sih revolusi industri itu adalah perubahan besar, secara cepat, dan radikal yang memengaruhi kehidupan corak manusia terhadap pembuatan barang-barang. Nah, tahap perubahan atau revolusi ini telah terjadi sampai periode keempat hingga saat ini.

Sejarah Revolusi Industri

Sesuai pernyataan diatas, revolusi industri telah mencapai periode keempat. Nah, bagaimana dengan awal mulanya. Tentu kita perlu mengetahui hal itu.

Revolusi 1.0

Revolusi Industri 1.0 atau pertama, terjadi pada abad ke-18 tepatnya pada tahun 1750-1850. Dimana pada era ini terjadi perubahan besar-besaran didunia produksi bidang pertanian, manufaktur, pertambangan dan sebagainya. Serta sangat berdampak pada kondisi sosial, budaya dan ekonomi kala itu.

Revolusi Industri pertama ini awalnya dimulia di Inggris, dan semakin berkembang luas ke negara-negara lainnya di dunia. Revolusi ini ditandai dengan pencapaian besar dengan ditemukannya mesin uap yang semakin mendorong penggunaan batubara. Bahkan, sepanjang berlangsungnya revolusi industri ini mampu menaikkan enam kali lipat pendapatan perkapita negara.

Revolusi 2.0

Era Revolusi Industri 2.0 atau kedua, atau lebih dikenal degan revolusi teknologi ditandai dengan kemunculan pembangkit listrik dan motor penggerak. Setelah pada revolusi industri pertama mesin uap datang untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan, kini giliran generasi pembangkit listrik yang berkuasa. Ya, di periode ini terjadi peralihan dari mesin uap ke mesin berbasis listrik. Salah satu pencapaian tertinggi dari era ini adalah mulai diproduksinya pesawat telepon, pesawat terbang, mobil dan sebagainya.

Setelah Revolusi Industri 2.0 berkuasa di akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1870 dan berakhir pada awal abad 20, mulai dikenalkanlah Revolusi Industri 3.0.

Revolusi 3.0

Revolusi Industri 3.0 (ketiga) atau dikenal dengan revolusi digital, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya industri dibidang elektronika. Ya, komputer yang kita pakai saat merupakan produk dari revolusi 3.0. Jika pada revolusi kedua berhasil menciptakan mobil yang seolah jarak dan waktu semakin dekat, ditambah dengan kehadiran teknologi komputer yang mampu bekerja dengan berkali-kali lipat kemampuan manusia.

Revolusi 4.0

Dan saat ini, kita masuk di era Revolusi Industri 4.0 atau keempat. Setelah penemuan komputer yang begitu fenomenal, saat ini kita pasti sudah pernah mendengar istilah internet. Atau yang saat ini sedang buming, yakni “Internet of Things” atau disingkat IoT.

Pada Industri 4.0, ada banyak sekali perubahan. Banyak perusahaan raksasa yang tidak mampu beradaptasi harus tutup karena ini. Di era saat ini, besarnya suatu perusahaan tidak menjadi jaminan untuk bisa bertahan. Siapa yang lincah, dialah yang akan berkuasa.

Tidak percaya? Mari kita lihat Uber, tentu anda kenal uber. Uber merupakan salah satu perusahaan raksasa saat ini, yang berbasis di California, USA. Uber menciptakan aplikasi mobile yang mnyediakan jasa transportasi dengan menghubungkan penumbang dengan si sopir. Jika kita perhatikan keberhasilan Uber kini telah berhasil menjarah kekayaan di seluruh dunia, bahkan di Indonesia sendiri. Hal yang sama juga terjadi pada Gojek, sebagai aplikasi kebanggan Indonesia.

Hal Baru di Industri 4.0

Untuk kita yang hidup di era industri 4.0, tentu sering bertanya-tanya, apasih yang baru di era saya hidup saat ini?

Berikut beberapa gebrakan baru yang terjadi di revolusi industri 4.0.

Internet

Internet. Hal yang satu ini pasti yang paling terasa dikehidupan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya pengguna di Indonesia. Bahkan di tahun 2019, pengguna internet Indonesia diproyeksikan mencapai 175 juta jiwa. Wow!! sebuah angka yang begitu fantastis. Tapi, kita tidak heran karena di Indonesia sendiri sebenarnya telah beridiri perusahaan-perusahaan yang telah beradaptasi dengan industri 4.0, seperti Go-jek, BukaLapak, RuangGuru dan masihbanyak lagi.

Keberadaa Internet di era 4.0, juga memunculkan sebuah pemikiran baru yang dinamakan Internet of Things, atau IoT.

Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT), merupakan suatu konsep dimana kita memperluas manfaat konektivitas dari intenet. Mudahnya, konektivitas internet ini bisa kita manfaatkan untuk mempermudah aktifitas yang biasa kita lakukan setiap harinya. Misalnya, biasanya dalam mematikan lampu dirumah, menyalakan mobil, mematikan TV dan sebagainya. Semua perangkat ini bisa kita hubungkan dengan internet untuk selanjutnya kita kontrol dengan komputer/smartphone atau remote control lainnya.

Big Data

Big Data. Hal yang satu ini merupakan hal yang paling berdampak signifikan bagi sebuah perusahaan saat ini. Banyak sekali industri yang membutuhkan orang di bagian yang satu ini. Nah, apa sih itu Big Data?

Big Data merupakan sekumpulan data dengan volume yang sangat besar yang diperoleh dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan kebutuhan perushaan/industri untuk selanjutnya diolah dan dianalisa dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah.

Misal, untuk keperluan pemasaran barang. Kita tahu saat ini sosial medai juga acap kali kita pakai untuk keperluan berdagang. Nah, dengan pemanfaatan data dari sosial media seperti twitter, facebook, dan instagram kemudian ditambahkan dengan data penjualan produk milik kita di database kita sendiri, kita bisa melakukan strategi pemasaran produk yang tepat sasaran.

Machine Learning

Machine Learning (ML), merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan algoritma untuk mengolah data-data, untuk dianalisa sehingga memunculkan kesimpulan yang digunakan untuk mengambil langkah yang paling tepat. Berdasarkan penjelasan diatas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa machine learning bekerja dan belajar dari data-data yang diberikan kepadanya.

Sebagai contoh ketika anda menggunakan Facebook, anda pasti pernah melihat kalimat ini “Orang yang mungkin anda kenal”. Lah, kalo dipikir, itu facebook tau dari mana? Tidak perlu bingung, Facebook bukan dukun mereka melakukan ini dengan mengumpulkan data-data dari anda, misal data data teman anda, data alamat ada, tempat kerja, data percakapan, aktifitas, bahkan orang-orang yang sering anda stalking-in. Nah, dengan data-data inilah facebook mulai menganalisa semua nya, kemudian mengirimkan respon ke anda saran orang-orang yang mungkin anda kenal. Singkatnya sih, seperti itu.

Kesimpulan

Perubahan memang akan selalu terjadi, banyak hal yang akan berubah. Tidak perduli apa nama teknologi yang akan muncul selanjutnya. Kita hanya perlu menyiapkan diri kita untuk revolusi ini, jangan sampai kita tersingkirkan oleh kecanggihan teknologi saat itu.

Persiapkan dirimu untuk Revolusi Industri 4.0 atau bahkan nanti 5.0.